An Objective Point of View of M.LM Biz

November 26th, 2009 · 3 Comments

Mudah2an kalau udah baca ini jadi pada gak antipati pada bisnis jaringan ya… karena insyaAllah di sini bisnis jaringan yang legal dan dijalankan dengan benar.

Jangan antipati juga karena terkecoh dgn oknum yang menyatakan dirinya pelaku bisnis jaringan padahal sebenarnya money game

Selamat membaca santai yaaa ;-)

=========================================

Pak Safir yang terhormat,
Saya seorang ibu rumah tangga. Saya baru saja membaca tulisan Bapak tentang bisnis jaringan pemasaran, dan saya sangat tertarik sekali membacanya. Tapi kok, saya sering melihat ada banyak teman saya gagal menjalankan bisnis seperti itu.
Saya juga berpikir, apakah saya bisa menjalankan bisnis seperti itu? Bisnisnya sih menarik, tapi ini lho, waktunya. Sebagai ibu rumah tangga yang punya dua anak yang masih kecil, apa saya bisa menjalankan bisnis seperti yang Bapak
ceritakan?
Terus ada satu lagi. Ketika saya menunjukkan artikel Bapak kepada suami saya, dia mengatakan bahwa bisnis seperti itu bagus, tapi bisnis itu hanya biasa dijalankan oleh orang-orang dari kalangan ekonomi tertentu saja. Mungkin karena suami saya merasa bahwa dia sudah berkecukupan barangkali ya? Saya sendiri cukup tersinggung mendengarnya. Memang sih, sampai saat ini kami sekeluarga hidup berkecukupan. Tapi apa salahnya kami menjalankan bisnis itu? Sepanjang itu halal enggak apa-apa kan Pak Safir?
Mohon tanggapannya dan terima kasih banyak. Mudah-mudahan Pak Safir bisa terus memberikan informasi tentang bisnis-bisnis seperti ini sehingga orang seperti saya bisa semakin terbuka pikirannya tentang adanya peluang-peluang untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik.
 

Ibu N di Jakarta,
Senang sekali saya bisa mendapatkan surat dari Anda. Sebetulnya, kalau bicara apakah bisnis jaringan pemasaran itu bagus atau tidak, jawabannya jelas, bisnis itu bagus sekali. Bagus dalam arti bahwa potensi penghasilannya bisa sangat tidak terbatas, sampai bagus dalam arti bahwa bisnis tersebut bisa membantu mengubah sikap dan kepribadian seseorang menjadi lebih baik.

Namun demikian, walaupun banyak orang sudah tahu bahwa bisnis seperti itu bagus, masih saja ada mitos-mitos hal yang menghambat mereka untuk menekuninya. Di bawah ini saya akan menjelaskan beberapa di antaranya, dan bagaimana tanggapan saya terhadap keberatan-keberatan tersebut.

1. Banyak orang yang tidak berhasil dalam bisnis ini
Betul. Banyak orang yang gagal dalam menjalankan bisnis ini, tapi hal ini juga terjadi pada berbagai bidang bisnis lain. Buktinya, banyak juga kok orang yang berhasil menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Masuknya Anda dalam bisnis jaringan pemasaran bukan berarti bahwa itu merupakan jaminan keberhasilan. Anda hanya bisa berhasil dalam bisnis seperti ini kalau Anda bekerja. Masalahnya, banyak orang yang masuk ke bisnis ini mengharapkan bahwa mereka bisa berhasil tanpa perlu bekerja. Itu jelas mustahil.

Jadi, ketidakberhasilan juga terdapat di bisnis apa pun. Kalau Anda mau melihat apakah ada orang yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnis jaringan pemasaran, ada banyak pertemuan atau acara-acara yang diadakan oleh para kelompok distributor yang sudah berhasil yang bisa Anda hadiri. Di sana Anda bisa melihat contoh dari orang-orang yang sudah berhasil.

2. Bisnisnya bagus, tapi bukan untuk orang seperti saya
Itu namanya gengsi. Biasanya ada dua macam hal yang menyebabkan orang merasa gengsi dalam melihat peluang bisnis jaringan pemasaran. Gengsi yang pertama adalah karena bisnis jaringan pemasaran melibatkan penjualan secara langsung (direct selling), sehingga banyak orang merasa gengsi dalam menjual. Menjual dianggap tidak lebih bergengsi dibanding membeli, karena bagi sebagian orang, kegiatan menjual menunjukkan bahwa Anda tidak punya uang, sedangkan kegiatan membeli dianggap jauh lebih bergengsi karena membeli menunjukkan bahwa Anda punya uang.

Boleh-boleh saja kalau seseorang merasa gengsi melakukan kegiatan menjual dan lebih suka membeli saja. Tapi apa yang terjadi kalau Anda terus menerus membeli? Lama-lama uang Anda habis kan? Jadi, seseorang harus menjual untuk bisa mendapatkan sesuatu agar kelak dia bisa terus hidup dan membiayai pengeluaran-pengeluarannya.

Perlu diingat, semua orang hidup dari menjual sesuatu. Seorang dokter menjual jasa kedokteran kepada pasiennya.

3. Saya sibuk dan tidak punya waktu
Kalau Anda datang ke acara-acara yang diadakan oleh para distributor dari
perusahaan jaringan pemasaran, Anda bisa melihat bahwa kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang juga bekerja di tempat lain dan sangat sibuk. Beberapa di antara mereka malah memiliki jabatan yang cukup baik di perusahaan tempat mereka bekerja.  Ada yang manajer, ada yang direktur, ada profesional, dan banyak lagi. Kebanyakan di antara mereka memang menjalankan bisnis ini secara part time atau sambilan, tetapi dengan kadar keseriusan yang sama seperti kalau mereka bekerja di kantor mereka.

Saya seringi melihat bahwa orang yang mengatakan bahwa mereka sibuk, sebetulnya mereka bukannya sibuk, tapi tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan tidak melakukan prioritas kegiatan secara benar. Kalau Anda menganggap bisnis jaringan pemasaran adalah bisnis yang bagus, bahkan bisa memberikan semacam royalti kepada anak cucu Anda, maka Anda pasti akan memprioritaskan waktu Anda untuk bisa menjalankannya, walaupun dengan waktu yang sedikit tiap harinya.

Jadi, tidak ada orang yang terlalu sibuk untuk tidak menjalankan bisnis ini. Yang ada adalah orang yang tidak bisa memprioritaskan waktu kerjanya dengan baik.

4. Ini bisnis piramid, yang masuk duluan pasti penghasilannya lebih besar
daripada yang masuk belakangan.
Berdasarkan pengamatan saya, ini bukan bisnis piramid. Kalau Anda masuk di tahun 2010 misalnya, Anda punya kemungkinan berhasil yang sama besar kalau Anda masuk sekarang. Banyak orang menjalankan bisnis ini baru dua tahun lalu sudah bisa berhasil dan mendapatkan penghasilan yang cukup besar, padahal banyak yang belum berhasil walaupun sudah masuk lebih dulu. Jadi, ini bukan bisnis piramid. Mau lihat buktinya? Datang ke acara-acaranya.

5. Saya tidak berbakat menjual dan karena itu tidak bisa menjual
Seperti yang pernah saya tuliskan dalam nomor-nomor yang lalu, Anda tidak perlu punya bakat dan keahlian dalam menjual untuk bisa menjalankan bisnis jaringan pemasaran. Ini karena dalam bisnis jaringan pemasaran, Anda tidak disarankan untuk fokus kepada kegiatan menjual, tetapi lebih kepada menjual sedikit, dan membangun jaringan orang-orang yang juga menjual sedikit.

Sistem yang sudah berhasil bahkan menyarankan agar Anda melakukan presentasi bisnis kepada orang-orang yang sudah Anda kenal, dan dari situ, bila mereka tertarik, mereka akan bergabung dibawah pensponsoran Anda.

Bila mereka tidak tertarik, bisa Anda berikan Brosur Produk dan Daftar Harga untuk selanjutnya Anda layani kebutuhan mereka setiap bulannya akan barang dan jasa Anda. Di situlah Anda tidak perlu punya keahlian menjual. Bahkan kalau Anda juga memakai produknya, Anda bisa dengan mudah menceritakan kelebihan produk tersebut dan menjadi pemakai produk. Bukan berarti menambah pengeluaran, tapi Anda hanya sekadar mengganti merk produk yang biasa Anda pakai di rumah.

Itu saja tanggapan saya Ibu N. Mudah-mudahan sukses selalu menyertai Anda. Selamat menjalankan bisnis jaringan pemasaran.

Konsultan: Safir Senduk/Dok. NOVA

→ 3 CommentsTags: Bisnis · Motivasi

ANDA HARUS BERHASIL, WALAU PUN APA PUN

November 23rd, 2009 · 2 Comments

Sudah terlalu lama saya nggak mengupdate blog ini. Banyak cerita, peristiwa dan keadaan yg nggak sempat saya share dg teman-teman semua…

Tapi hari ini saya ingin berbagi super note yang semoga bisa memberi semangat untuk kita semua yang sedang mengupayakan sesuatu yang lebih baik.

Yang terhormat bapak Mario Teguh, ijinkan saya untuk menyebarkan kebaikan yang bapak ajarkan kepada sebanyak-banyaknya sahabat-sahabat saya yang berkunjung ke blog saya ini.

====================================================

Sahabat Indonesia yang super,

yang sedang menyejajarkan yang diimpikannya dengan yang dikerjakannya.

Mudah-mudahan sapa saya ini menemui Anda sedang dalam pemusatan pikiran pada pekerjaan yang akan menyejahterakan dan membahagiakan Anda dan keluarga yang tercinta.

Berikut adalah MTSN sederhana bagi penikmatan kita di ruang keluarga MTSC yang ramah dan saling mendoakan bagi kesejahteraan dan kebahagiaan setiap anggotanya.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

Mario Teguh Super Note :
ANDA HARUS BERHASIL, WALAU PUN APA PUN

Anda memampukan diri untuk bekerja dengan keprimaan, dalam keadaan apa pun, walau apa pun.
Yakinilah bahwa apa pun yang terjadi, terjadi dengan ijin Tuhan,
dan bahwa yang terjadi adalah untuk memuliakan Anda,
dan jika Anda tidak menyukai suatu kejadian – itu karena Anda belum menyesuaikan sikap Anda dengan yang terjadi;
tetapi Anda tahu pasti bahwa kebaikan dan atau keburukan yang terjadi, terjadi untuk memuliakan Anda.

Katakanlah,

Saya akan ijinkan penolakan, menerima perendahan, dan bahkan akan saya ikhlaskan penghinaan kepada saya,
kalau itu akan menjadikan saya bersungguh-sungguh untuk memuliakan diri saya.

 

Anda seorang Pribadi Super Indonesia.

Anda mengetahui, bahwa

Keburukan yang terjadi, tetapi yang menjadikan Anda lebih baik – adalah sebetulnya kebaikan.

………..

Sahabat saya yang tegas untuk kebaikan hidupnya,

Rencanakanlah yang akan Anda lakukan, dan lakukanlah yang telah Anda rencanakan.

Sulit bagi Anda untuk menemukan orang yang dalam rencana keberhasilannya ada rencana keberhasilan bagi Anda.

Maka, Anda harus merencanakan keberhasilan Anda sendiri. Kemudian pastikanlah bahwa Anda menjadi pelaksana yang bersungguh-sungguh dari rencana-rencana Anda.

Janganlah membiasakan diri untuk menyusun rencana, dengan kesadaran yang penuh bahwa Anda tidak akan melaksanakannya.

Ingatlah,

Orang yang kehilangan hormat kepada rencana-rencananya sendiri, akan kehilangan kepercayaan kepada haknya bagi masa depan yang berkualitas.

………..

Sahabat saya yang super potensi masa depannya,

Begitu dulu ya?

Teruslah bekerja keras untuk keberhasilan Anda.

Kita memang tidak tahu kapan keberhasilan itu akan datang, tetapi ia pasti datang menemui jiwa yang tulus dalam pekerjaannya.

Keberhasilan memang tidak langsung kita temui pada awal perjalanan kita, tetapi jika kita setia pada jalan-jalan kebaikan, hidup kita sudah akan menjadi baik tanpa harus menjadi kaya raya dan sangat berkuasa.

Keberhasilan utama dalam hidup ini adalah menjadi pribadi yang baik, dengan jiwa yang damai.

Saya mendoakan dengan semua ketulusan yang ada dalam kemampuan diri ini, agar itulah yang segera Tuhan jadikan sebagai kualitas kehidupan Anda dan keluarga tercinta.

Marilah kita menjadikan diri kita sebagai saudara dan sahabat dalam kebaikan.

(edited)

Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.

Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda.

Salam super,

Mario Teguh
Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta

=================================================

Semoga saya dan anda termasuk orang-orang yang tidak pernah berhenti dalam mengusahakan keberhasilan dengan cara-cara yang baik…

→ 2 CommentsTags: Motivasi

Being A DIRECTOR, Alhamdulillah…

July 29th, 2009 · 2 Comments

Alhamdulillah,
Hari ini 29 Juli 2009 akhirnya sampai juga di level DIRECTOR…

Sejak tadi malem mau cek poin kok susaaaah banget, bikin makin penasaran aja, hehehe…
Taunya dah qualified Director malah dari mbak Muna, my dear upline yg semangat banget pagi-pagi nelpon ngasih kabar luar biasa ini. Thanks mbak, you’r next Insya Allah ;)

Bukan proses yang mudah tapi juga nggak dirasa terlalu susah.
Loh gimana sih? Mungkin karena ngerasa yakin aja dari awalnya saat memutuskan untuk bergabung di bisnis ini. Jadi dibawa seneng ngejalaninnya.

Sambil flashback nih, mengingat lagi perjalanan saya di sini…

2006 (3 thn lalu), lagi seru-serunya dengan bisnis Boxes & Packaging berlabel “R-Boks”. Bareng-bareng jeng Nad dan Sharah plus beberapa teman-teman di komunitas Bunda in Biz bikin buku tentang kemasan. Nggak ada yg lebih menarik deh dibanding utak-atik kesenanganku yg satu itu, apalagi mulai ngerasain dapet keuntungan dari jualan boks & packaging. Walopun yaaa… capeknya fisik banget, pake lembur-lembur segala apalagi menjelang dead line pesenan klien.

Selama bareng-bareng dalam proses pembuatan buku, beberapa kali Nadia & Sharah yg saat itu baru aja gabung di Oriflame ngajakin untuk join juga. Tapi kok ya nggak tertarik ya. Dari dulu nggak ngelirik deh sama yg namanya M*LM. Sampe akhirnya mereka sama sekali udah nggak pernah lagi ngajak-ngajakin, hihi… padahal udah dikasih gratis lho produk-produknya ;p
Selama 2 thn sering bareng dan berhasil menyusun 2 judul buku, tetep lho nggak bergeming ikutan nyemplung di bisnisnya mereka itu.

Sampai akhirnya di bulan Februari 2008, seruuuu banget Sharah dan Nadia di blognya masing-masing sharing cerita oleh-oleh dari Seminar Director. Saat itu Sharah recognisi Director dg cash award Rp7.000.000,- dan Nadia Senior Gold Director dg cash award Rp21.000.000,-. WOW!! Betul-betul “cling” banget baca tulisan-tulisan mereka (baca: ngiler mode on, hahaha…)

Akhirnya Maret 2008 saya “menyerahkan” diri untuk bergabung di bisnis ini. Bisa dibilang saya prospek yang nggak susah direkrut (jangan-jangan Sharah & Nadia nggak nganggep saya prospek ya, hihi…), tapi termasuk yang kelamaan memutuskan untuk bergabung, kekekekek…. 2 thn gitu looohhh, ngapain ajaaa??? Hahahaha….

Diawali dengan semangat ’45, hampir tiap saat SMS dan nelp Sharah nanyaaaaa mulu, hehe… maap ya buu.. Inget kata-kata mu deh “ kalo penasaran gini tanda-tanda cepet Director nih” hihi…. Amien. Baca Ebook juga nggak betah pelan-pelan per-bab, langsung aja maunya ngintip bab berikutnya :D

Alhamdulillah bulan pertama gabung bisa di level 3%.

Bulan ke-2 loncat ke 9% (padahal rencana semula sih 6% aja)

Bulan ke-3 Alhamdulillah Manager 12%. Waktu itu Nadia bilang jadi manager tercepat di dBCN. Seneng sih seneng yaaa… tapi terus terang lebih berasa bebaaaaannn, hiks… gimana kalo berikutnya nggak semulus yg diinginkan?
Bulan ke-4 lancar ke Manager 15%. Eng ing eeeeng… ternyata di level ini betah sampe 4 bulan berturut-turut, hehe… berasa nyaman di zona ini kali ya? Secara bonus udah berasa lumayan Rp 1,7jt.
Tapi begitu partner-partner di jaringanku pada naik level krn pengen seperti upline-nya, otomatis bonus saya makin turun tuh. Wah nggak oke nih klo begini terus. Harus bergerak lagi nih!

Bulan ke-8 berhasil naik ke Manager 18%. Inginnya sih langsung lanjut ke 21%, tapi usaha belum maksimal kok ngarep naik level, hihihi… mimpi kaleee…
Coba melihat sekeliling saya, yang mereka kerjakan betul-betul bikin geleng kepala lho… saya nih bisa dibilang nggak se-dahsyat apa yg mereka kerjakan. Sambil ngurus 2 balita-ku, R1 (Rayend) dan R2 (Rayna), kadang merasa yang bisa saya lakukan nggak seleluasa orang lain yg punya pengasuh atau yg bisa tiap saat nitipin anak-anak ke orang tua kalo pas lagi ada urusan kerjaan. Tapi semua bisa di atur kok, selalu ada jalan kalau kita mau usaha. 2 bulan di posisi 18%, tetep di syukuri.

Bulan ke-10, tepatnya Januari 2009. Ini bulan terakhir kualifikasi untuk bisa ikut Seminar Director gratis. Harus Senior Manager. Harus!! Itu yang ada di kepala ku.
Secara tahun 2008 udah terlewat kesempatan ikut Seminar Manager karena R2 masih baby banget, belum tega ninggalinnya.
So, January ini nggak ada yg lain di kepala selain berusaha keras untuk kualified SM 21%.
Alhamdulillah… afirmasi itu berhasil juga!!

Pengalaman yang luar biasa bisa mengikuti Seminar Director di February lalu. Sayangnya, justru di bulan itu kondisi stok sedang parah-parahnya. Terpaksalah turun ke 18%. Tapi nggak perlu down, saya anggap ini proses yg harus dilewatin. Toh bukan cuma saya yang mengalami kondisi seperti ini (menghibur diri sendiri dan downline-downline, hehe…)

Cukup gagal 1 kali masa kualifikasi. Sampai akhirnya hari ini, saya berhasil menjadi NEW DIRECTOR di jaringan dBC-Network, dalam waktu 1th 4bulan, Alhamdulillah…

Segera laporan ke Sharah, jeng Nad dan mbak Iien. Udah rahasia umum, ucapan selamat dari Nadia di telpon disertai dengan nangis bareng, hiks… emaaaang udah turunan. Dari mbak Iien adalah ucapan selamat yang mendayu-dayu secara blio lagi radang tenggorokan (kirain mewek juga mbak kayak Nadia, ternyata…. cepet sehat yaaa).
Sharah langsung aja publish ke milis SM dBCN. Makasih yaa untuk supportnya, hiks.. pengen mewek lagi nih…

Fiuh… masih ada rasa nggak percaya berhasil sampai di titik ini.
Tapi, ini semua tidak lepas dari keyakinan saya di awal memutuskan bergabung. Betul bahwa siapapun punya kesempatan yang sama untuk berhasil di bisnis ini. Siapapun anda. Dengan perbedaan latar belakang pendidikan, hobby, minat, status social, profesi saat ini, apapun itu.
Tinggal bagaimana cara kita mengerjakannya. Tentukan mimpi dan tujuan kita. Kapan kita ingin mencapainya? Apa yang paling kita inginkan dengan bergabung di bisnis ini?
Harus ada arahnya. Fokus, komit dan konsisten. Semua ada di tangan kita, lalu mohon dimudahkan olehNya. Satu lagi, jangan mudah mengeluh dan menyerah. Masalah selalu ada tapi solusi bisa dicari.

Bahagianya saya, ibu rumah tangga biasa tapi mendapat kesempatan bertemu dengan bisnis ini, yang Alhamdulillah membawa banyak perubahan baik untuk kehidupan saya dan keluarga. Bersyukur dengan dukungan yang luar biasa dari suami dan anak-anak. Tak lepas juga dengan dukungan orang tua. Subhanallah… banyak nikmat yang saya rasakan hari ini. Terimakasih ya Allah…

Yang paling saya inginkan saat ini adalah, melihat leader-leader dan teman-teman di jaringan saya segera merasakan apa yg saya capai hari ini. Terima kasih untuk kerja sama dan semangatnya selama ini. Jangan pernah berhenti ya !!
Dan buat semua temen-temen di dBC-Network yg sedang berjuang mencapai level Director, YAKIN ANDA BISA!! Rencanakan pencapaian target anda.

Kita bisa mendapatkan yang lebih baik, bila berani melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh orang kebanyakan.

GO DIAMOND!

→ 2 CommentsTags: Bisnis · Motivasi

Congrats! New Achievers on July 2009

July 3rd, 2009 · No Comments

Masih awal bulan nih, semangat baru tentunya.
Apalagi bulan kemarin cukup bikin dag dig dug dgn stok produk yang nggak seperti biasanya.

Tapi Alhamdulillah, tetap banyak anak anak di jaringanku yang naik level dan ada manager baru pula! Siiiip lah!!
Ini jadi bukti ya, bahwa kalo kita mau repot dikit ngembangin network, hasil yang didapat akan lebih baik daripada cuma ngandalin jualan pribadi. Di Oriflame kita nggak disuruh jualan “habis-habisan” kok ;) Yang lebih menguntungkan adalah kalau kita mau njalanin sistemnya.

Inilah New Achievers kita, suit.. suiiitt… plok.. plok..plok.(recognisi mode on ;p):

LEVEL 3 % :
Debora E. (Jakarta)
Silvia (Jakarta)
Dian Abdu (Jakarta)
Endang Da (Jakarta)
Dina Adrianingtyas (Surabaya)
Farkatunnisa (Jakarta)
Darweli (Jakarta)
Neny Tria (Jakarta)
Liza Astari (Palembang)
Chrelsea (Bandung)

LEVEL 6% :
Wiwiet (Jakarta)

LEVEL 9% :
Endang Rahayu (Jakarta)

MANAGER 12% :
Wita Radyasari (Jakarta)

Selamat untuk para new achievers. Masih banyak yang bisa kita dapat dari sini, ingin bonus yg lebih besar lagi? Bisaaaaa….Jadi jangan pernah berhenti untuk mengejar yaa… Sekali lagi selamat! Untuk yg belum naik level, ini saatnya untuk menyusul. Yang kemarin turun level? Ayo laaahh… jangan kecil hati, jongkok dikit kan lagi ancang-ancang untuk loncat lebih tinggi ya? Siip lah!!

Yang pengen tau asiknya bisnis ini, silahkan ke web ku yg ini ya:

http://www.dbc-network.asia

→ No CommentsTags: Bisnis · Motivasi