Monthly Archives: September 2008

Happy 1st Birthday Our Raynasha

raynabday_1

Minggu, 21 September 2008 lalu ulang tahunnya Rayna yang pertama.

Bapak, Ibu, mas Rayend seneeeeeeng banget umur Rayna udah ada angkanya, hihi… nggak “nol koma…” lagi :D Jadi hari itu kita nggak bikin pesta, mumpung momentnya istimewa, masih di bulan Ramadhan juga, sambil buka puasa bersama, kita tiup lilin aja dan potong tumpeng.

Ada eyang mama, om Dimas, tante Della, mbah kung, mbah uti, opa cakep, oma Tan, abang Ron, pakde Wono dan kel, lumayaaann.. rame juga. Rayna full bengong tapi tetep gaya penasaran. Nggak ngeh kayaknya klo semua itu untuk dia, hehe…

Mas Rayend, Rayendra Nandika Ramadhan, lahirnya juga bulan Ramadhan lho, Subhanallah… tanggalnya 19 Ramadhan 1425H.

Setahun lalu Raynasha Nandika Ramadhani lahir pas 9 Ramadhan 1428H. Masih keinget nervousnya ibu selama di Ruang Kala 1, belum lagi denger suara-suara dari ruang persalinan… pegangan kenceeeeeng bgt sama tangan bapak, hiks… setelah semaleman nggak ada kemajuan juga, pagi 21 Sept 2007 jam 06.20 Rayna-ku lahir secara sectio. Alhamdulillah… nggak terasa, tau-tau sekarang udah jadi gadis mungil yang bikin rumah kita makin rame!

Rayna yang nggak rewelan, diajak ke mana aja santai, enjoy… Ikut ibunya training, ikut antri order, ikut ke sana-sini.. Subhanallah, Rayna betul-betul anak manis yg kooperatif. Insya Allah yang sekarang ibu kerjakan bisa jadi milikmu juga ya nak berdua dgn mas Rayend.

Insya Allah banyak cinta dan doa untuk Rayna :) Amin…

I Love My Business

Beberapa waktu yg lalu aku chatt sama temen, sesame pelaku bisnis jejaring. Ceritanya pengen tau dong ah, gimana cara dia dapetin bonusnya :p

Tapi sampe segitu lama aku chat kok gak dapet ya penjelasannya? Nggak ngerti juga kenapa bisa begitu. Apa krn terlalu rumit ya systemnya, jadi dianya juga males jelasinnya krn kepanjangan? Semuanya ngambang aja gitu. Harus maintain katanya, harus rekrut katanya, ya iyalaaaahhh… ini kan multilevel, di bisnisku juga harus gitu kok. Hadooooohhh… kalo aku jadi prospeknya udah kabur dari tadi kaleeee… Ini berhubung aku pengen tau, jadi aku tanya2 aja terus… hihi… penasaran mode on.

Ini penting lho buat bisnis seperti ini. Saat aku nawarin orang untuk bergabung, aku harus bisa memenuhi keingin tahuannya tentang bisnis yg aku tawarkan ini.

Seperti bagaimana caraku bisa dapetin bonus/penghasilannya, berapa besar yg bisa  didapat, syarat apa yg harus dicapai untuk penghasilan sekian, dst.

Rata-rata mereka yang aku tawari/ajak itu kan pada umumnya masih “gelap” dengan bisnis ku ini, jadi ya udah kewajibanku  untuk jelasin ke dia, jangan sampe suatu saat nanti karena kurang info terus dia merasa awalnya ada yg aku tutup-tutupi. Kita kan harus bertanggung jawab sama orang yang udah kita ajak gabung dan bekerja sama dengan kita. Apa yang kita bisa, ya harus diajarin juga ke dia, yang kita tahu, ya harus diinfokan  juga ke dia kemudian  minta  dia melakukan hal yang sama ke jaringan di bawahnya, begitu seterusnya. Ini kita sebut duplikasi.

Kalo bisnisku ini bisa membawa perubahan dan kebaikan buat siapa saja, kenapa harus ada yang ditutup-tutupi? Toh aku nggak pernah punya niat bikin orang lain “nyasar” kan? Insya Allah teman-teman di jaringanku udah ngerasa kita “on the right track” ya!

PS: teteup sampe akhir chat aku nggak dapetin jawabannya, hiks.. hiks…

KETIKA BISNISKU MEMBERI LEBIH DARI RUPIAH

Ibu rumah tangga adalah profesi yang paling mahal. Itu menurut saya. Betul kan? Kalau dipikir-pikir, siapa yang bisa menilai bobot pekerjaan seorang ibu rumah tangga? Samasekali tidak bisa diukur dengan nominal berapapun. Dedikasinya lahir batin lho.

Sejak awal berumahtangga pun saya dan suami sudah sepakat bahwa saya “jaga gawang” dan suami yang keluar mencari nafkah. Kalaupun ingin berkarir, pilihan saya ya yang bisa dijalankan dari rumah. Profesi inilah yang saya lakukan saat ini. Pertimbangannya karena ingin bisa momong sendiri anak-anak kami. Golden age mereka nggak bisa diulang kan? Moment-moment indah setiap saat itu tidak ingin saya lewatkan begitu saja.

Namun sebagai individu, tentu ada kebutuhan lain untuk aktualisasi potensi pribadi. Tetap ada keinginan saya untuk bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk keluarga sekaligus menjaga otak supaya tidak “tumpul”.  Akhirnya, bekerja dari rumah menjadi pilihan saya. Menyalurkan hobby di bidang handycraft, saya menerima pesanan aneka kemasan berupa boks-boks cantik. Bersama beberapa teman di komunitas Bunda in Biz juga sempat menyusun buku tentang membuat aneka kemasan untuk usaha. Segera menyusul buku berikutnya dengan tema serupa. Selain itu saya juga menjalankan bisnis lain di bidang multilevel marketing secara offline maupun online melalui media internet. Produk yang ditawarkan dekat dengan kebutuhan sehari-hari yaitu kosmetik dan toiletries dengan konsumen wanita, pria, tua, muda dengan harga yang terjangkau sehingga cukup mudah untuk dipasarkan. Brandnya pun sudah sangat terkenal dan berkualitas, yaitu Oriflame.

Ternyata, pilihan untuk berbisnis online di jaringan dBC Network ini jadi sangat mengasikkan. Dengan modal awal yang relatif ringan yaitu hanya Rp 30.000,- bisnis ini bisa dibilang tidak beresiko. Buat saya yang tidak ingin terlalu sering meninggalkan anak-anak di rumah untuk urusan kerjaan, bisnis ini jadi pilihan yang tepat apalagi dilengkapi dengan web replika, training online dan fasilitas-fasilitas lain yang dapat mendukung kelancaran bisnis ini. Keuntungan rupiahnya pun sangat menarik. Kuncinya adalah fokus dan konsisten. Waktu kerjanya juga sangat fleksibel, bisa saya atur sendiri.

Namun ternyata ada keuntungan-keuntungan lain yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya. Bergabung di jaringan yang luar biasa ini membawa saya bertemu dengan begitu banyak karakter, teman baru dan pribadi-pribadi hebat dengan latar belakang yang beragam. Banyak hal-hal yang membuat saya lebih “kaya”. Bukan melulu tentang rupiah tapi tentang hati dan pikiran. Berada di lingkungan kerja yang penuh energi positif membuat saya menjadi lebih bersemangat dan optimis. Dalam waktu yang relative singkat teman dan sahabat juga terus bertambah. Saya pun belajar menghargai dan memahami kepentingan dan rencana-rencana orang lain. Belajar berempati dengan kesulitan dan kondisi orang lain. Bahwa hidup ini jangan dibiarkan mengalir begitu saja tapi harus kita rencanakan akan mengalir kemana, karena di situ ada tujuan yang ingin kita capai. Dimana saya harus berpikir bahwa kesuksesan saya adalah membantu orang lain meraih kesuksesan. Bahwa saya tidak perlu malu untuk punya mimpi karena saya juga punya rencana untuk mewujudkan mimpi saya tersebut. Sebelum menolak hal-hal baru, ada baiknya kita pelajari dulu kelebihan dan kekurangannya karena di situlah saatnya menambah wawasan kita. Jangan pernah takut gagal sebelum kita mencobanya.Bahwa saya harus komit dengan apa yang saya kerjakan. Dan masih banyak lagi sederet “kekayaan” yang saya dapatkan dari bisnis saya ini.

Kalau bicara keuntungan secara materi, tentu bisnis apapun tujuannya adalah meraih keuntungan finansial. Tapi di bisnis saya ini ternyata saya mendapat bonus lebih dari sekedar materi. Menjadi pribadi yang lebih berkualitas tentu menjadi keinginan kita semua. Sekarang pilihan ada di tangan anda. Sekedar ingin memperkaya finansial atau anda juga ingin menjadi pribadi yang lebih berkembang? Di bisnis saya ini, anda bisa mendapatkan keduanya.

Tertarik menjadi konsultan Oriflame?

Hubungi saya,

 

Erika R. Sulistianti

YM id : erika_ratna

 

Saya ingin menjadi bagian dari kesuksesan anda dalam jaringan bisnis saya di :

www.network-dbc.co.cc

 

 

Utak Atik Biar Pinter

Ini yang belakangan lagi sering aku kerjain… utak atik yang berhubungan dengan web. Secara… insya Allah dapet amanah untuk bantuin update info untuk temen-temen di dBCN.

Kalo dipikir-pikir, suamiku emang jagoan IT, tapi kan ya nggak mungkin tiap saat nanya mulu ama dia. Emangnya dia nggak ada kerjaan lain selain meng-upgrade istrinya biar nggak gaptek? Hehehe… Trus kalo ngrecokin jeng Nad misalnya ada yg nggak ngerti kok ya gimanaaaaaa gitu rasanya.. Ya tau aja, ibu itu kan urusannya udah segudang! Masa judulnya dimintain tolong tapi malah balik ngrecokin dia lagi? Ya nggak laaaahhh… (walopun nanya2 dikit tetep boleh ya Nad, hihi…). Jadi solusinya gimana dong?? Ya harus mau usaha, baca-baca dulu trus coba deh dipraktekin :)

Bener ya… kalo nggak ngerti langsung nanya tuh emang enak banget, apalagi klo langsung dibantuin. Done! Tapiiii… kepuasannya beda lho dibandingin kita repot baca-baca dulu ngerutin dahi, baca lagi, klik sana, klik sini, terus coba ngerjain stepnya, hiks… pasti butuh waktu. Tapi begitu coba-coba kita berhasil… voala!!! Masya Allah…. sesaat berasa jadi orang paling pinter sedunia lho!!! :-D

Jadiiii…. biarpun udah ibu-ibu gini, belajar tuh nggak boleh berenti yaaa… Kita udah dikasih kelebihan sama Allah kok untuk berpikir dan berakal, artinya ya harus kita manfaatin betul-betul dalam kebaikan. Jangan sampai Yang memberi ngerasa sia-sia udah ngasih untuk kita. Siapa lagi yang bisa bikin kita lebih maju kalau bukan kita sendiri? So… kalo nggak ngerti, coba utak-atik dulu yuk biar makin pinter insya Allah… ;) Kalo udah mentooooookkk…. baru deh nanya-nanya, hihihi…

PS: jangan mengira aku udah secanggih suamiku lho ya, kekekekek…. ;p