Siapa yang tidak ingin merasa hebat?
Siapapun anda termasuk saya, pasti ingin dianggap hebat. Dalam hal-hal apapun yg kita lakukan. Tapi ternyata proses ke arah sana lebih menguras hati, pikiran dan fisik. Ketika seorang ibu biasa seperti saya ingin menjadi SuperMom, rasanya perjuangan ini jadi terasa begitu berat. Tidak perlu disebut terlalu detil apa aja yg ingin saya capai. Terlalu panjang daftarnya, hehe… Tapi hari ini ada satu pelajaran penting yang begitu mengiris hati, ketika saya “lupa” tersenyum dan kurang memberi waktu untuk bersenang-senang dgn anak-anak.
Allah Yang Maha Baik, terima kasih telah mengingatkan saya hari ini. Untuk merenungkan sesuatu. Banyak hal yang harus saya syukuri. Rupanya tidak perlu menginginkan yang terlalu dahsyat. Lakukan saja hal-hal sederhana yang bisa membahagiakan orang-orang di dekat saya. Terutama untuk anak-anak, amanah yang telah dititipkan Allah kepada saya.
Insya Allah tidak terasa beratnya, karena banyak cinta di dalamnya
PS : Hari ini offline dulu ya, ingin bersenang-senang dulu ah sama Rayend dan Rayna
Ada yg mau ikutan nggak? ;p
Tags: Dari Hati
November 11th, 2008 · 3 Comments
Hiks… ibu niiiihhh… nggak sempet cerita-cerita ya kalo Rayend abis ulang tahun yg ke-4… Maaf ya mas…
Udah lewat agak jauh, Minggu, tanggal 2 November 2008 lalu. Makanya ibu nggak dateng ke acara BC-nya BOSS Fam, soalnya udah janji sama Rayend mau ngajak jalan-jalan ke Dufan.
Rayend-nya udah nggak sabar dari malemnya, makanya kalo biasanya pagi dibangunin susah banget, kali ini dibangunin langsung semangat deh minta buru-buru mandi, kikikikik…
Jam sebelas kita sampe di Dufan, adek Rayna keliatannya juga seneng nih di tempat rame. Dulu udah pernah ke sini ya dek, tapi masih di dalem perutnya ibu, hehe…

Sebenernya, Rayend ingin bisa main “bombom car” tapi nggak jadi karena…. hiks… tingginya masih kurang dari 125cm. Sempet ngambek tuh, tapi nggak lama setelah nonton Balada Kera dia langsung hepi lagi kok, kekekekek….



Ngambeknya juga nggak lama setelah inget abis dari Dufan kita mau ‘ngambil’ kado yg kemarin udah dia pilih-pilih ;p Ini dia kadonya. 1 set mobil-mobilan isi 150 pcs! Kayaknya harus bikin gedung parkir nih untuk semua mobil-mobilannya mas Rayend yg ada di rumah, hehe..

Insya Allah jadi anak yg soleh, sehat, pinter dan disayang banyak orang ya mas, Amiiiiiien… :)
Tags: Ibu, Bapak dan 2R
Kemarin otak muteeeerrr aja.. Chating ama suami di YM “siapa lagi ya yg bisa aku rekrut??”. Yang ditanya cuma jawab
“Kata pak Mario : Sudahkah Anda menghubungi semua orang?”
Hehehe…. singkat banget ya jawabannya, tapi bikin aku nggak ‘buntu’ lagi. Bener banget!! Masih buanyaaaaak yang belum aku hubungi dan aku ajak untuk bareng2 cari penghasilan di Oriflame. Terimakasih pak Mario Teguh, sudah memotivasi saya lagi kali ini.
Udah deh, nggak usah kelamaan mikir, langsung action aja, ntar keburu tupo! Hehe… Insya Allah dapat kemudahan ya. Amiiin 
Tags: Bisnis · Motivasi
October 28th, 2008 · 7 Comments
Satu kata… Alhamdulillah..
Bersama dengan teman-teman yang luar biasa di komunitas Bunda In Biz, telah di release buku ke-2 mengenai handycraft dengan judul “MEMBUAT ANEKA KEMASAN ANTARAN PENGANTIN”.

Genk buku kali ini adalah Nadia M. Yuniardo (Jeng Nad) as pimpro, Ruri Wulandhari (mbak Wiwi) as tim ide & kreatif, Sharah Sugarda as photografer, Emmy Sumangkut as editor, Titin Sumangkut as editor dan saya sendiri tentunya duet dgn mbak Wiwi :)
Kalau diinget-inget lagi sejarahnya bisa ketemu dengan perempuan-perempuan hebat ini, melalui perkenalan di milis Bunda In Biz, terus pertemuan di kopdar thn 2006 dalam Workshop Membuat Aneka Kemasan, langsung deh meluncur ide-ide berbagi ilmu melalui buku.
Ingin tahu isi bukunya seperti apa? Mendingan buruan cari ke toko buku terdekat ya, hehe… penerbitnya Gramedia. Soalnya aku nggak ingin membahas isinya di sini, hehe… Yang jelas, dengan buku ini untuk anda yg ngerasa nggak pandai menata isi hantaran jadi terbantu dengan tampilan wadahnya yg menarik. Jadi kita alihkan fokusnya kepada kemasan yg cantik ya… Nggak sulit kok, dengan sedikit usaha dan kreatifitas, kita bisa menghasilkan sesuatu yang unik dan menarik.
Semoga buku ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik pada pembuatan aneka kemasan untuk antaran pengantin, baik untuk pemanfaatan pribadi maupun bisnis.
Tags: Bisnis
October 16th, 2008 · 1 Comment
>> From the Desk of my Soulmate<<
Dearest Sahabat Super Members yang saya cintai
Dearest Pak Mario dan Ibu Linna yang saya hormati,
Beberapa saat lalu, melalui siaran paytv saya menonton film Pursuit of Happiness, yang dibintangi oleh Will Smith. Awalnya kurang tertarik karena saya pikir ini film ’biasa’ saja. Namun kemudian saya tertarik sekali dengan judulnya…. The Pursuit of Happyness, kenapa harus Pursuit, kenapa bukan looking, having, getting, running… ternyata kata Pursuit mempunyai arti lebih dari pada hanya sekedar mencari atau menemukan, pursuit mempunya kata sifat yang sangat aktif dan agresif.
Film ini diilhami oleh kisah nyata dari seorang Ayah dan anaknya dalam melewati suramnya kehidupan sehingga akhirnya ia menjadi seorang yang kaya raya berkat ketekunan, kegigihan dan kerja keras panjang menyerah dari seorang Ayah demi kebahagiaan anaknya.
Ia memutuskan untuk menggunakan semua tabungannya untuk membeli banyak alat kedokteran berupa bone density scanner, dengan perjanjian exclusive bahwa hanya ia yang dapat menjualnya di daerahnya. Mimpi bahwa ia akan menjualnya kembali secara exclusive dan menjadikannya kaya. Namun ternyata mimpi tersebut jauh dari kenyataan, dia harus bekerja begitu keras untuk hanya bisa menjual satu alat. Sehingga lama kelamaan iapun kesulitan uang, membuat istrinya harus bekerja keras juga, sehingga akhirnya sang istri putus asa dan meninggalkannya.
Dalam film tersebut, dikisahkan bagaimana dia mencintai dan mendedikasikan hidupnya kepada anaknya dengan penuh kesabaran dan emosional - inilah juga yang menjadi bahan bakar bagi keinginannya untuk mencapai mimpi. Dan saat istrinya memutuskan untuk meninggalkan dia dan anaknya karena tidak tahan lagi akan tekanan hidup yang dimiliki, semuanya mulai berubah. Chris harus rela kehilangan harta benda dan apartmentnya. Sampai pada adegan dimana dia dan anaknya harus tidur di kamar mandi umum - dimana dia menangis sambil memeluk anaknya dan tangan satunya menahan pintu kamar mandi agar tidak bisa dibuka dari luar oleh orang lain. Saya-pun menjadi sangat ingin menangis melihat adegan itu, saya membayangkan diri saya dan anak laki-laki saya berada dalam posisi tersebut.
Dalam keadaan seperti ini, semua manusia biasa pasti akan marah, namun yang membedakan adalah marah yang bagimana. Dalam film ini Chris merubah rasa marah menjadi kekuatannya.
Bila rasa marah adalah sumber kekuatan Anda,
Maka gunakanlah rasa frustasi Anda sebagai bahan bakar bagi kemarahan Anda.
Marah-lah kepada kelambanan diri dalam bertindak,
Marah-lah kepada diri sendiri atas keraguan yang dijadikannya sebagai keyakinan
dan marahlah kepada diri Anda atas keengganannya untuk setia kepada proses yang berkelanjutan
[MT : Rekindling The Fire Within]
Kembali ke awal film, yang menarik ketika Chris bertemu dengan seorang dengan mobil mewah, dan rasa kagumnya membuat dia bertanya kepada orang tersebut
“I want ask you two questions. What do you do? And how do you do that?”
Dua pertanyaan itulah yang kelak akan menjadikan Chris seorang yang berhasil dan kaya raya.
Kebahagiaan bukanlah sebuah kebetulan,
bukanlah sebuah kejadian tidak terduga,
dan bukan juga sebuah kecelakaan.
Kebahagiaan adalah sebuah penikmatan
keadaan yang harus diputuskan rancangannya,
dan yang harus diputuskan penghayatannya.
Dengannya, kebahagiaan Anda adalah
sebetulnya hasil dari ketepatan keputusan-keputusan Anda.
[MT : Deciding To Be Happy]
So para sahabat, are you pursuiting your happiness ? If yes, What do you do? And how do you do that?
Super Members terkasih,
Terima kasih telah menjadi sahabat bagi saya, bagi kita semua.
This part of my life, this little part is called happyness (Pursuit of Happyness’s movie)
Terima kasih dan salam super,
Adi Prakosa, SM 4
MT IT Team Head | MTSuperClub | Information Technology
Tags: Motivasi
September 23rd, 2008 · 6 Comments
Minggu, 21 September 2008 lalu ulang tahunnya Rayna yang pertama.
Bapak, Ibu, mas Rayend seneeeeeeng banget umur Rayna udah ada angkanya, hihi… nggak “nol koma…” lagi
Jadi hari itu kita nggak bikin pesta, mumpung momentnya istimewa, masih di bulan Ramadhan juga, sambil buka puasa bersama, kita tiup lilin aja dan potong tumpeng.


Ada eyang mama, om Dimas, tante Della, mbah kung, mbah uti, opa cakep, oma Tan, abang Ron, pakde Wono dan kel, lumayaaann.. rame juga. Rayna full bengong tapi tetep gaya penasaran. Nggak ngeh kayaknya klo semua itu untuk dia, hehe…

Mas Rayend, Rayendra Nandika Ramadhan, lahirnya juga bulan Ramadhan lho, Subhanallah… tanggalnya 19 Ramadhan 1425H.

Setahun lalu Raynasha Nandika Ramadhani lahir pas 9 Ramadhan 1428H. Masih keinget nervousnya ibu selama di Ruang Kala 1, belum lagi denger suara-suara dari ruang persalinan… pegangan kenceeeeeng bgt sama tangan bapak, hiks… setelah semaleman nggak ada kemajuan juga, pagi 21 Sept 2007 jam 06.20 Rayna-ku lahir secara sectio. Alhamdulillah… nggak terasa, tau-tau sekarang udah jadi gadis mungil yang bikin rumah kita makin rame!

Rayna yang nggak rewelan, diajak ke mana aja santai, enjoy… Ikut ibunya training, ikut antri order, ikut ke sana-sini.. Subhanallah, Rayna betul-betul anak manis yg kooperatif. Insya Allah yang sekarang ibu kerjakan bisa jadi milikmu juga ya nak berdua dgn mas Rayend.

Insya Allah banyak cinta dan doa untuk Rayna
Amin…
Tags: Ibu, Bapak dan 2R
September 14th, 2008 · 9 Comments
Beberapa waktu yg lalu aku chatt sama temen, sesame pelaku bisnis jejaring. Ceritanya pengen tau dong ah, gimana cara dia dapetin bonusnya :p
Tapi sampe segitu lama aku chat kok gak dapet ya penjelasannya? Nggak ngerti juga kenapa bisa begitu. Apa krn terlalu rumit ya systemnya, jadi dianya juga males jelasinnya krn kepanjangan? Semuanya ngambang aja gitu. Harus maintain katanya, harus rekrut katanya, ya iyalaaaahhh… ini kan multilevel, di bisnisku juga harus gitu kok. Hadooooohhh… kalo aku jadi prospeknya udah kabur dari tadi kaleeee… Ini berhubung aku pengen tau, jadi aku tanya2 aja terus… hihi… penasaran mode on.
Ini penting lho buat bisnis seperti ini. Saat aku nawarin orang untuk bergabung, aku harus bisa memenuhi keingin tahuannya tentang bisnis yg aku tawarkan ini.
Seperti bagaimana caraku bisa dapetin bonus/penghasilannya, berapa besar yg bisa didapat, syarat apa yg harus dicapai untuk penghasilan sekian, dst.
Rata-rata mereka yang aku tawari/ajak itu kan pada umumnya masih “gelap” dengan bisnis ku ini, jadi ya udah kewajibanku untuk jelasin ke dia, jangan sampe suatu saat nanti karena kurang info terus dia merasa awalnya ada yg aku tutup-tutupi. Kita kan harus bertanggung jawab sama orang yang udah kita ajak gabung dan bekerja sama dengan kita. Apa yang kita bisa, ya harus diajarin juga ke dia, yang kita tahu, ya harus diinfokan juga ke dia kemudian minta dia melakukan hal yang sama ke jaringan di bawahnya, begitu seterusnya. Ini kita sebut duplikasi.
Kalo bisnisku ini bisa membawa perubahan dan kebaikan buat siapa saja, kenapa harus ada yang ditutup-tutupi? Toh aku nggak pernah punya niat bikin orang lain “nyasar” kan? Insya Allah teman-teman di jaringanku udah ngerasa kita “on the right track” ya!
PS: teteup sampe akhir chat aku nggak dapetin jawabannya, hiks.. hiks…
Tags: Bisnis
September 11th, 2008 · 6 Comments
Ibu rumah tangga adalah profesi yang paling mahal. Itu menurut saya. Betul kan? Kalau dipikir-pikir, siapa yang bisa menilai bobot pekerjaan seorang ibu rumah tangga? Samasekali tidak bisa diukur dengan nominal berapapun. Dedikasinya lahir batin lho.
Sejak awal berumahtangga pun saya dan suami sudah sepakat bahwa saya “jaga gawang” dan suami yang keluar mencari nafkah. Kalaupun ingin berkarir, pilihan saya ya yang bisa dijalankan dari rumah. Profesi inilah yang saya lakukan saat ini. Pertimbangannya karena ingin bisa momong sendiri anak-anak kami. Golden age mereka nggak bisa diulang kan? Moment-moment indah setiap saat itu tidak ingin saya lewatkan begitu saja.
Namun sebagai individu, tentu ada kebutuhan lain untuk aktualisasi potensi pribadi. Tetap ada keinginan saya untuk bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk keluarga sekaligus menjaga otak supaya tidak “tumpul”. Akhirnya, bekerja dari rumah menjadi pilihan saya. Menyalurkan hobby di bidang handycraft, saya menerima pesanan aneka kemasan berupa boks-boks cantik. Bersama beberapa teman di komunitas Bunda in Biz juga sempat menyusun buku tentang membuat aneka kemasan untuk usaha. Segera menyusul buku berikutnya dengan tema serupa. Selain itu saya juga menjalankan bisnis lain di bidang multilevel marketing secara offline maupun online melalui media internet. Produk yang ditawarkan dekat dengan kebutuhan sehari-hari yaitu kosmetik dan toiletries dengan konsumen wanita, pria, tua, muda dengan harga yang terjangkau sehingga cukup mudah untuk dipasarkan. Brandnya pun sudah sangat terkenal dan berkualitas, yaitu Oriflame.
Ternyata, pilihan untuk berbisnis online di jaringan dBC Network ini jadi sangat mengasikkan. Dengan modal awal yang relatif ringan yaitu hanya Rp 30.000,- bisnis ini bisa dibilang tidak beresiko. Buat saya yang tidak ingin terlalu sering meninggalkan anak-anak di rumah untuk urusan kerjaan, bisnis ini jadi pilihan yang tepat apalagi dilengkapi dengan web replika, training online dan fasilitas-fasilitas lain yang dapat mendukung kelancaran bisnis ini. Keuntungan rupiahnya pun sangat menarik. Kuncinya adalah fokus dan konsisten. Waktu kerjanya juga sangat fleksibel, bisa saya atur sendiri.
Namun ternyata ada keuntungan-keuntungan lain yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya. Bergabung di jaringan yang luar biasa ini membawa saya bertemu dengan begitu banyak karakter, teman baru dan pribadi-pribadi hebat dengan latar belakang yang beragam. Banyak hal-hal yang membuat saya lebih “kaya”. Bukan melulu tentang rupiah tapi tentang hati dan pikiran. Berada di lingkungan kerja yang penuh energi positif membuat saya menjadi lebih bersemangat dan optimis. Dalam waktu yang relative singkat teman dan sahabat juga terus bertambah. Saya pun belajar menghargai dan memahami kepentingan dan rencana-rencana orang lain. Belajar berempati dengan kesulitan dan kondisi orang lain. Bahwa hidup ini jangan dibiarkan mengalir begitu saja tapi harus kita rencanakan akan mengalir kemana, karena di situ ada tujuan yang ingin kita capai. Dimana saya harus berpikir bahwa kesuksesan saya adalah membantu orang lain meraih kesuksesan. Bahwa saya tidak perlu malu untuk punya mimpi karena saya juga punya rencana untuk mewujudkan mimpi saya tersebut. Sebelum menolak hal-hal baru, ada baiknya kita pelajari dulu kelebihan dan kekurangannya karena di situlah saatnya menambah wawasan kita. Jangan pernah takut gagal sebelum kita mencobanya.Bahwa saya harus komit dengan apa yang saya kerjakan. Dan masih banyak lagi sederet “kekayaan” yang saya dapatkan dari bisnis saya ini.
Kalau bicara keuntungan secara materi, tentu bisnis apapun tujuannya adalah meraih keuntungan finansial. Tapi di bisnis saya ini ternyata saya mendapat bonus lebih dari sekedar materi. Menjadi pribadi yang lebih berkualitas tentu menjadi keinginan kita semua. Sekarang pilihan ada di tangan anda. Sekedar ingin memperkaya finansial atau anda juga ingin menjadi pribadi yang lebih berkembang? Di bisnis saya ini, anda bisa mendapatkan keduanya.
Tertarik menjadi konsultan Oriflame?
Hubungi saya,
Erika R. Sulistianti
YM id : erika_ratna
Saya ingin menjadi bagian dari kesuksesan anda dalam jaringan bisnis saya di :
www.network-dbc.co.cc
Tags: Bisnis
September 10th, 2008 · 2 Comments
Ini yang belakangan lagi sering aku kerjain… utak atik yang berhubungan dengan web. Secara… insya Allah dapet amanah untuk bantuin update info untuk temen-temen di dBCN.
Kalo dipikir-pikir, suamiku emang jagoan IT, tapi kan ya nggak mungkin tiap saat nanya mulu ama dia. Emangnya dia nggak ada kerjaan lain selain meng-upgrade istrinya biar nggak gaptek? Hehehe… Trus kalo ngrecokin jeng Nad misalnya ada yg nggak ngerti kok ya gimanaaaaaa gitu rasanya.. Ya tau aja, ibu itu kan urusannya udah segudang! Masa judulnya dimintain tolong tapi malah balik ngrecokin dia lagi? Ya nggak laaaahhh… (walopun nanya2 dikit tetep boleh ya Nad, hihi…). Jadi solusinya gimana dong?? Ya harus mau usaha, baca-baca dulu trus coba deh dipraktekin
Bener ya… kalo nggak ngerti langsung nanya tuh emang enak banget, apalagi klo langsung dibantuin. Done! Tapiiii… kepuasannya beda lho dibandingin kita repot baca-baca dulu ngerutin dahi, baca lagi, klik sana, klik sini, terus coba ngerjain stepnya, hiks… pasti butuh waktu. Tapi begitu coba-coba kita berhasil… voala!!! Masya Allah…. sesaat berasa jadi orang paling pinter sedunia lho!!!
Jadiiii…. biarpun udah ibu-ibu gini, belajar tuh nggak boleh berenti yaaa… Kita udah dikasih kelebihan sama Allah kok untuk berpikir dan berakal, artinya ya harus kita manfaatin betul-betul dalam kebaikan. Jangan sampai Yang memberi ngerasa sia-sia udah ngasih untuk kita. Siapa lagi yang bisa bikin kita lebih maju kalau bukan kita sendiri? So… kalo nggak ngerti, coba utak-atik dulu yuk biar makin pinter insya Allah…
Kalo udah mentooooookkk…. baru deh nanya-nanya, hihihi…
PS: jangan mengira aku udah secanggih suamiku lho ya, kekekekek…. ;p
Tags: Bisnis · Ibu, Bapak dan 2R
Whoaaaaaa……
Minggu terakhir kemarin betul-betul luar biasa deh! Akhirnya ngerasain juga, gimana deg-degannya menanti saat-saat punya partner bisnis yg dapat diandalkan.
Pertama kenal dan ketemu mbak Ade… duuuhh… jauh dari kesan “pejuang” deh, hehehe… Tapiii, lagi-lagi kita harus kenal isinya dulu ya sebelum menilai seperti apa seseorang. Typenya tuh bukan yg meledak-ledak. Tapi justru ada sesuatu yg luar biasa dibalik gaya adem-ayemnya itu. Terbukti lah dengan hasil tupo kemarin. Alhamdulillah mbak Ade sampe juga di level manager 12% !! Fiuh! Perjalanan yg cukup melelahkan ya mbak. Tapi kerja keras insya Allah selalu ada imbalannya.
Buat aku, imbalannya adalah kepuasan batin karena punya kesempatan untuk mensupport downlineku selangkah lebih maju. Walopun secara nominal bonusku berkurang, tapi melihat ke depan… punya “kaki” yg kuat akan menjadi bonus tersendiri di bisnis ini.
Semua hasil didapat sesuai usahanya kan? Dan inilah yang betul-betul coba aku tanamkan di kepalaku dan untuk dipahami juga oleh teman-teman di jaringanku. Jadi, kalau hasil yang didapat tidak seperti yg diharapkan, pasti sebabnya udah bisa ditebak kan? Kalo bukan karena usaha kita yang belum maksimal, cari-cari alesan, nggak fokus atau kita belum konsisten ngejalaninnya. Itu menurut aku lhooo…
Dan di tupo kemarin aku masih belum beranjak juga dari level 15%. Tapi belajar ikhlas aja. Mencoba memahami bahwa kebaikan dan keuntungan lain sedang di berikan untukku di sisi yang lain, Alhamdulillah. Salah satunya adalah ……
PUNYA MANAGER BO’ !! HORREEEEEEEEEE
Ayo, ayooooo….. siapa yang mau nyusuuuuuuuul???? Silahkan lho, kutunggu dengan senang hati :D Mbak Mei udah siap-siap belum? Hehehe… or Anni yang lagi bikin rencana lebih dahsyat? Atau, temen-temen baru yang ingin ngerasain asiknya bisnis ku ini? Hmmmm… nggak usah ditagih ya, langsung action aja!!
Nggak sabar nih nunggu BOP tgl 13 Sept 2008. Pengen liat mbak Ade di recognisi, uhuy!! Yang cantik ya mbak, uniform hitam plus kerudung hejo, suit suiiiiiiitttt :p
>yang lagi senyum-senyum, inget kehebohan tupo kemarin bareng mb.Ade, hihihi… I lop yu mbak!<
Tags: Bisnis